Peraturan Lompat Jangkit (Triple Jump) Dalam Kompetisi

Daftar Isi

Peraturan Lompat Jangkit (Triple Jump) Dalam Kompetisi Cabang Olahraga Atletik | Info Vuiral – Lompat jangkit atau triple jump merupakan salah satu cabang olahraga atletik nomor lompat yang dilakukan dengan rangkaian tiga gerakan berurutan, yaitu jingkat (hop), langkah (step), dan lompat (jump) sebelum mendarat di bak pasir.

Olahraga ini membutuhkan kombinasi kecepatan, kekuatan otot kaki, keseimbangan, koordinasi tubuh, dan teknik yang baik agar atlet dapat menghasilkan lompatan sejauh mungkin.

Tujuan utama dalam lompat jangkit adalah memperoleh jarak lompatan terjauh dari papan tolakan hingga titik pendaratan terakhir di bak pasir.

Dalam perlombaan resmi, lompat jangkit memiliki berbagai macam peraturan yang harus dipatuhi oleh atlet. Peraturan tersebut dibuat agar pertandingan berjalan tertib, aman, adil, dan sportif.

Secara internasional, cabang olahraga atletik termasuk lompat jangkit berada di bawah naungan World Athletics. Sedangkan di Indonesia, olahraga atletik dibina oleh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

Peraturan Lompat Jangkit (Triple Jump) Dalam Kompetisi

Baca juga: Peraturan Lompat Jauh (Long Jump) Dalam Kompetisi

Tujuan Peraturan Lompat Jangkit

Peraturan lompat jangkit dibuat untuk:

  • menjaga keselamatan atlet;
  • menciptakan perlombaan yang adil;
  • menentukan hasil lompatan secara akurat;
  • membantu juri mengambil keputusan;
  • menjunjung tinggi sportivitas.

Dengan memahami peraturan lompat jangkit, siswa maupun atlet dapat melakukan lompatan dengan benar sesuai standar perlombaan atletik.

A. Sarana dan Prasarana Lompat Jangkit

1. Lintasan Awalan

Lintasan awalan digunakan atlet untuk berlari sebelum melakukan tolakan. Ukuran lintasan awalan memiliki panjang minimal sekitar 40 meter, dan lebar lintasan sekitar 1,22 meter. Permukaan lintasan harus rata dan tidak licin agar atlet dapat berlari dengan aman.

2. Papan Tolakan

Papan tolakan merupakan tempat atlet melakukan tolakan pertama sebelum melakukan gerakan jingkat. Ukuran papan tolakan memiliki panjang sekitar 1,22 meter, lebar sekitar 20 cm, tebal sekitar 10 cm. Papan tolakan dipasang sebelum bak pasir sesuai standar perlombaan.

3. Bak Pasir

Bak pasir digunakan sebagai tempat pendaratan akhir atlet. Ukuran bak pasir mempunyai lebar minimal sekitar 2,75 meter, panjang minimal sekitar 9 meter. Pasir harus halus dan gembur untuk menjaga keselamatan atlet saat mendarat.

Baca juga: Gambar Dan Ukuran Lapangan Lompat Jangkit Beserta Keterangannya

B. Teknik Dasar Lompat Jangkit

Lompat jangkit terdiri dari tiga tahap gerakan utama yang dilakukan secara berurutan.

4. Hop (Jingkat)

Gerakan pertama disebut hop atau jingkat. Pada tahap ini, atlet bertolak menggunakan satu kaki dan mendarat kembali dengan kaki yang sama.
Contoh: bertolak dengan kaki kanan → mendarat tetap dengan kaki kanan.

5. Step (Langkah)

Gerakan kedua disebut step atau langkah. Setelah melakukan hop, atlet berpindah kaki saat mendarat.
Contoh: dari kaki kanan → mendarat menggunakan kaki kiri.

6. Jump (Lompat)

Gerakan terakhir disebut jump. Pada tahap ini, atlet melakukan lompatan menuju bak pasir dan mendarat menggunakan kedua kaki.

7. Pendaratan

Pendaratan dilakukan di bak pasir dengan kedua kaki secara bersamaan. Atlet harus menjaga keseimbangan agar tubuh tidak jatuh ke belakang karena dapat mengurangi hasil lompatan.

Baca juga: Peraturan Lompat Tinggi (High Jump) Dalam Kompetisi

C. Peraturan Perlombaan Lompat Jangkit

8. Kesempatan Melompat

Dalam perlombaan resmi, setiap atlet biasanya memperoleh 3 kali kesempatan lompatan pada babak penyisihan; serta tambahan kesempatan pada babak final bagi atlet terbaik. Jumlah percobaan dapat berbeda sesuai aturan kompetisi.

9. Pengukuran Hasil Lompatan

Hasil lompatan diukur dari tepi papan tolakan bagian depan; hingga bekas pendaratan terdekat di bak pasir. Pengukuran dilakukan secara tegak lurus menuju papan tolakan.

10. Penentuan Pemenang

Pemenang ditentukan berdasarkan hasil lompatan terjauh yang sah. Jika hasil sama, maka akan dibandingkan lompatan terbaik berikutnya.

Baca juga: Gambar Dan Ukuran Lapangan Lompat Tinggi Beserta Keterangannya

D. Lompatan Tidak Sah dan Diskualifikasi

11. Menginjak Garis Tolakan

Lompatan dinyatakan tidak sah apabila atlet menginjak atau melewati garis papan tolakan saat bertolak. Hal ini disebut foul jump.

12. Urutan Gerakan Salah

Atlet akan dinyatakan gagal apabila urutan gerakan tidak sesuai aturan, misalnya: hop, hop, jump; atau step dilakukan dengan kaki yang salah.
Urutan gerakan yang benar adalah: hop → step → jump.

13. Bertolak di Luar Papan Tolakan

Tolakan yang dilakukan di luar papan resmi akan dianggap tidak sah.

14. Keluar Bak Pasir dengan Cara Salah

Setelah mendarat, atlet harus keluar menuju arah depan bak pasir. Jika berjalan mundur dan meninggalkan bekas lebih dekat ke papan tolakan, hasil lompatan dapat berkurang.

E. Tugas Juri dan Petugas Perlombaan

15. Juri Lompat Jangkit

Dalam perlombaan lompat jangkit terdapat beberapa petugas, yaitu:

  • juri papan tolakan;
  • juri pengukur hasil;
  • pencatat hasil;
  • pengawas lintasan.

Tugas mereka adalah memastikan perlombaan berjalan sesuai aturan resmi.

F. Perlengkapan Atlet

16. Pakaian dan Sepatu

Atlet diharuskan menggunakan pakaian olahraga atletik, serta sepatu khusus lompat. Sepatu atletik biasanya memiliki paku pendek pada bagian bawah agar tidak licin saat melakukan awalan dan tolakan.

G. Nilai-Nilai dalam Olahraga Lompat Jangkit

Olahraga lompat jangkit mengajarkan berbagai nilai positif, seperti:

  • disiplin;
  • kerja keras;
  • keberanian;
  • percaya diri;
  • sportivitas;
  • ketekunan dalam berlatih.

Selain itu, olahraga ini juga membantu meningkatkan kekuatan otot kaki, keseimbangan tubuh, dan koordinasi gerakan.

H. Perbedaan Lompat Jangkit dan Lompat Jauh

17. Jumlah Gerakan

  • Lompat jauh hanya memiliki satu kali tolakan dan satu kali lompatan.
  • Lompat jangkit memiliki tiga tahap gerakan: hop, step, dan jump.

18. Tingkat Kesulitan

Lompat jangkit dianggap lebih sulit karena membutuhkan koordinasi gerakan yang lebih kompleks dibanding lompat jauh.

Penutup

Peraturan lompat jangkit dibuat agar perlombaan berjalan tertib, aman, dan sportif. Dengan memahami aturan mengenai lintasan, papan tolakan, teknik hop-step-jump, pengukuran hasil, hingga pelanggaran dalam pertandingan, siswa dapat melakukan olahraga lompat jangkit dengan benar sesuai standar atletik.

Selain meningkatkan kebugaran tubuh, olahraga lompat jangkit juga melatih kekuatan, koordinasi, disiplin, dan semangat pantang menyerah dalam meraih prestasi.

Postingan Terkait
Copyright © 2019 - 2026 Vuiral.com | Developed By Vuiral.Com