Pengertian Topologi Jaringan Bus Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya

Daftar Isi

Pengertian Topologi Jaringan Bus Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya | Info Vuiral – Pada awal perkembangan jaringan komputer, para teknisi dihadapkan pada keterbatasan perangkat keras dan biaya instalasi yang tinggi. Di ruang kelas komputer atau kantor kecil era 1980 an, jaringan dibangun dengan prinsip sesederhana mungkin agar komputer dapat saling berbagi data dan printer.
Dari kebutuhan inilah lahir topologi jaringan bus, sebuah konsep jaringan yang menggunakan satu jalur komunikasi utama sebagai tulang punggung pertukaran data.

Meskipun saat ini jarang digunakan dalam implementasi modern, topologi jaringan bus tetap menjadi pondasi penting dalam pembelajaran jaringan komputer dan sejarah perkembangan Local Area Network atau LAN.

Pengertian Topologi Jaringan Bus Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya

Baca juga: Pengertian, Cara Kerja, Ciri-Ciri Dan Contoh Jaringan Client Server

Pengertian Dan Cara Kerja Topologi Jaringan Bus

Apa yang dimaksud dengan topologi jaringan Bus? Topologi jaringan bus adalah konfigurasi jaringan komputer di mana seluruh perangkat terhubung ke satu kabel utama yang disebut backbone. Kabel ini berfungsi sebagai jalur komunikasi bersama yang dilalui oleh seluruh data yang dikirimkan antar perangkat. Setiap komputer atau node dihubungkan ke backbone menggunakan konektor khusus, dan kedua ujung kabel ditutup dengan terminator untuk mencegah pantulan sinyal.

Cara kerja topologi jaringan bus dimulai ketika sebuah komputer mengirimkan data ke jaringan. Data tersebut akan berjalan menyusuri kabel backbone dan dapat diakses oleh semua perangkat yang terhubung. Namun, hanya perangkat dengan alamat tujuan yang sesuai yang akan menerima dan memproses data tersebut. Untuk mengatur lalu lintas data, topologi jaringan bus menggunakan mekanisme CSMA/CD atau Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection, sebagaimana dijelaskan dalam standar IEEE 802.3 Ethernet. Mekanisme ini dirancang untuk mendeteksi tabrakan data yang sering terjadi karena semua perangkat berbagi satu jalur komunikasi.

Secara statistik, menurut TechTarget, topologi jaringan bus merupakan arsitektur utama Ethernet berbasis kabel koaksial pada tahun 1980 an hingga awal 1990 an sebelum beralih ke topologi star karena keterbatasan skalabilitas dan keandalan.

Untuk kalian yang belum tau bagaimana gambar topologi jaringan bus, maka berikut ini kami gambarkan topologi jaringan bus supaya lebih mudah dipahami.

Contoh gambar topologi Bus dalam jaringan komputer
Contoh gambar topologi Bus dalam jaringan komputer

Baca juga: Pengertian, Cara Kerja, Ciri-Ciri Dan Contoh Jaringan Peer to Peer

Perangkat Yang Dibutuhkan Untuk Membangun Jaringan Bus

Untuk membangun topologi jaringan bus, diperlukan beberapa perangkat utama yang mendukung jalur komunikasi bersama. Perangkat-perangkat tersebut antara lain:

  • Kabel Koaksial: Kabel utama yang berfungsi sebagai backbone jaringan dan menjadi media transmisi data antar perangkat.
  • T-Connector: Alat ini digunakan untuk menghubungkan kartu jaringan komputer dengan kabel backbone.
  • Terminator: Perangkat yang dipasang di kedua ujung kabel backbone untuk menghentikan sinyal agar tidak memantul kembali ke jaringan.
  • Network Interface Card (NIC): Kartu jaringan yang terpasang pada setiap komputer agar dapat terhubung ke jaringan bus.
    Perangkat-perangkat ini menjadikan topologi jaringan bus relatif murah dan mudah dibangun dibandingkan topologi lain yang membutuhkan perangkat aktif tambahan.

Baca juga: Kumpulan Username Dan Password Admin Indihome Lengkap Terbaru

Ciri-Ciri Atau Karakteristik Topologi Jaringan Bus

Topologi jaringan bus memiliki karakteristik yang cukup khas dan mudah dikenali, di antaranya:

  • Menggunakan satu kabel utama sebagai jalur komunikasi bersama.
  • Seluruh perangkat berada dalam satu collision domain.
  • Memerlukan terminator di kedua ujung kabel backbone.
  • Tidak menggunakan perangkat pusat seperti hub atau switch.
  • Kinerja jaringan sangat bergantung pada kondisi kabel utama.
    Karakteristik ini menunjukkan bahwa topologi jaringan bus mengutamakan kesederhanaan desain dibandingkan keandalan jangka panjang.

Kelebihan Dan Kekurangan Topologi Jaringan Bus

Topologi jaringan bus memiliki kelebihan yang membuatnya relevan pada kondisi tertentu, namun juga memiliki kekurangan yang cukup signifikan.

A. Kelebihan Topologi Bus

  • Biaya instalasi yang relatif rendah: karena hanya memerlukan satu kabel utama dan konektor sederhana, topologi jaringan bus menjadi solusi ekonomis. Menurut Kompas Skola, hal ini membuatnya sering digunakan pada jaringan kecil dan lingkungan pendidikan.
  • Struktur jaringan yang sederhana: instalasi dan konfigurasi jaringan relatif mudah karena tidak memerlukan perangkat aktif tambahan.
  • Mudah diterapkan untuk pembelajaran: topologi jaringan bus sangat cocok digunakan sebagai media pembelajaran dasar jaringan komputer karena konsepnya mudah dipahami.

B. Kekurangan Topologi Bus

  • Ketergantungan tinggi pada kabel backbone: jika kabel utama rusak, seluruh jaringan akan terputus.
  • Performa menurun saat jumlah node bertambah: menurut Techopedia, peningkatan jumlah perangkat akan meningkatkan risiko collision data dan menurunkan kecepatan jaringan.
  • Troubleshooting lebih sulit: gangguan jaringan harus ditelusuri sepanjang kabel backbone untuk menemukan sumber masalah.
  • Keamanan data rendah: karena semua data melewati satu jalur, setiap perangkat berpotensi mengakses data yang bukan ditujukan kepadanya tanpa sistem keamanan tambahan.

Kesimpulan Dari Topologi Jaringan Bus

Topologi jaringan bus merupakan salah satu topologi jaringan komputer paling sederhana dan memiliki nilai historis yang tinggi dalam perkembangan teknologi jaringan. Dengan biaya instalasi yang rendah dan struktur yang mudah dipahami, topologi ini sangat cocok digunakan sebagai sarana pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, dan guru yang ingin memahami konsep dasar jaringan komputer.

Namun berdasarkan data dan analisis mendalam, topologi jaringan bus memiliki keterbatasan serius dari sisi keandalan, keamanan, dan skalabilitas. Oleh karena itu, dalam praktik jaringan modern, topologi ini lebih sering digunakan sebagai referensi konseptual dan materi edukasi dibandingkan sebagai solusi jaringan utama.

Postingan Terkait
Copyright © 2019 - 2026 Info Vuiral | Developed By Vuiral.Com